Balada Mahasiswi Tingkat Akhir

“Selamat, Anda diterima di perusahaan kami. Waktu training Anda dimulai bulan depan, mudah-mudahan skripsinya sudah selesai ya.”

Antara ingin meledak saking senangnya dan rasa khawatir muncul secara bersamaan saat kuterima jabat tangan Mr. Nakamoto. Ucapan terima kasih berkali-kali terucap dari mulutku, lalu satu persatu pewawancara yang ada di ruangan itu aku jabat tangannya. Sebelum aku jingkrak-jingkrak kegirangan, aku segera keluar dari ruangan sambil tak henti mengucap hamdalah dan terimakasih.

Ah beginikah rasanya diterima kerja di salah satu perusahaan motor terbesar di Indonesia? Bahagiaaaa….

Saat itulah kenyataan menghadang, gue belum lulus coy. Syarat terbesar untuk mendapat ijazah s1 masih belum bisa kulalui, ah skripsi. Genap 14 bulan aku berkutat pada skripsi yang seolah tak kunjung usai. Pertanyaan “Kamu udah lulus?” seolah tidak lagi terasa menyakitkan saking sudah kebalnya, biasanya aku jawab dengan ketawa.

Ibarat ibu mengandung, dalam waktu sembilan bulan, si jabang bayi sudah keluar menjadi hasil nyata kerja keras ibunda. Apa jadinya bila si bayi selama 14 bulan terus berada dalam rahim, masihkah ia akan keluar dengan keadaan selamat?

–bersambung

Comments (2)

Henti

Berhentilah mencintaiku..

Aku terlalu lemah untuk menggenggam takdirmu..

Berhentilah mencintaiku..
Bayangan nanti masih terlalu buram untukku..

Dan demi seluruh sisa waktumu..

Berhentilah mencintaiku..
Kau sama sekali belum mengenalku..

(Qie, 2011)

Comments (1)

Hari Kedua

sampai di stasiun masih pagi, kereta menuju Tanah Abang masih lengang. Saya pun bisa berjalan santai menuju gerbong paling depan. Duduk manis menunggu kereta berangkat. Tak sadar aku tertidur, dan saat bangun ternyata kereta telah padat. Lebih padat dari kemarin. Berdiri saja tidak bisa tegak.

Dari tempat duduk saja saya memperhatikan, wajah perempuan Indonesia yang setiap hari masih harus berjuang untuk orang-orang yang disayangi.

yeahhh masih banyak modul yang harus dikerjakan.

btw, hari ini aku ngerasain naik bajaj pertama kali lohhhh =D

 

Comments (1)

Bekerja dan Beramal

Sepagi ini, jalanan sudah ramai. Setelah turun dari angkot, Saya bergegas masuk stasiun dan terdengarlah pemberitahuan, “Jalur 4, kereta menuju Tanah Abang akan segera diberangkatkan”. Deg, itu kan kereta yang harus saya naiki. Ada teman saya yang sudah menunggu di dalam kereta itu. Refleks saya berlari menerobos peron dan rel, tanpa sadar bahwa akan ada kereta masuk di jalur 2teriakan petugas tak sempat saya hiraukan, hanya terpikir untuk segera naik kereta jalur 4. Hup, saya loncat naik, tak peduli lantai kereta itu kotor.

Pintu kereta segera tertutup begitu saya masuk dan mencari dimana teman saya duduk. Tentu saja bangku lainnya sudah penuh. untunglah temanku ini membawa kursi plastik lipat, lumayan bisa duduk walau hanya sampai stasiun Citayam.

Waktu itu yang saya tau kalau orang yang naik kereta itu kebanyakan turun di cawang atau tebet. Setelah lewat kedua stasiun ini, kereta biasanya menjadi lapang. Tapi kok sampai Stasiun manggarai masih penuh ya…. Dan jawabannya saya temukan di stasiun Sudirman. HAMPIR semua penumpang turun di sini. untuk keluar stasiun saja perlu antri naik eskalator menuju jalan Sudirman. Eskalator ini berjalan lambat sekali, saking banyaknya orang yang naik.

Trotoarnya panjang..dan ada pembatasnya..dan ada polisinya. Untung saja saya menemukan Kopaja 19 yang saya tau akan melewati tempat saya bekerja di daerah Kebayoran Baru.

Kontrak sepuluh hari kerja akan dimulai hari ini.

Bismillahirrahmanirrahim..

 

Comments

Menara BTS dan Bersyukur

Punya Handphone itu enak. Bisa mendekatkan yang jauh. Tapi suka penasaran, ko bisa ya.. Jawabannya ada di bawah ini.

Ini baru menaranya doang. Ada beberapa barang lagi yang harus dipasang buat nguatin sinyal HP, salah satunya barang ini

Installation Antenna/ ODU 1+0 Polarization Vertical

ini namanya Antenna parabola. disebutnya ODU aja. Gimana cara masangnya? ya ada orang yang bawa naik ke atas..

Ha? Kaget ga? Odu itu beratnya sekitar 7kilogram. Biasanya dipasang tengah malem pas traffic sinyal mulai sepi.. Dan salah seorang teman saya ada yang dapet kerjaan itu, bawa Odu dari permukaan tanah ke Menara BTS yang tingginya sekitar 50meter dari permukaan. lumayan asik buat bungee jumping. atau candle light dinner, udahnya terjun bareng..

Saya cuman mau bilang, di balik indahnya teknologi jaman sekarang, ternyata ada orang-orang berjasa di balik itu. Selain para insinyur yang pinter yang ngerancang alat itu, ada juga yang rela mempertaruhkan nyawa buat masang alat itu. Makanya kita harus selalu bersyukur, manfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya..

 

 

Comments

« Previous entries