Monas, Here I Am

Berkah idul Fitri seolah tidak ada habisnya. Setelah menghabiskan banyak waktu bercengkrama dengan saudara-saudara terbaik yang saya punya, kini saya berkesempatan untuk jalan-jalan dengan kedua teman terbaik saya : sebut saja Bunga dan Daesung.

Diawali dengan sebuah sms di malam hari

” Salam. mski lbaran tlh seminggu berakhir, msh mending ngucpn minal aidin wal faizin. how’ve u been?daesung “

dan baru terbalas keesokan paginya dengan histeris, ya ampunDaesung,, lw datang ke indo udah dari jaman kapan kenapa baru sms gw hari gini !!! Jadi, Daesung ini temen SMA saya yang berdomisili di Sydney, Australia dan pulang kampung Ramadhan ini setelah 2 tahun dia lebaran disana.

Pagi itu, hari Rabu. di jadwal saya ada 2 kuliah : Pemodelan Riset Operasi jam 08.00 dan Analisis algoritme jam 12.30 dan tanpa basa-basi dia bilang “bosen dirumah, jalan yuk”

toengg!!

sepanjang minggu dirumah dan saatnya kuliah, ajakan jalan2 itu baru datang. Hm,, setelah pikir panjang sana-sini, saya memutuskan kuliah pagi dan setelahnya kita GO JAKARTA!! kemana tujuan kita?

MONAS !!!

di tengah siang bolong itulah kita bertemu. Bayangkan : terik matahari kontan menyorot dari langit, gapake peneduh, saya harus menanti kedua makhluk itu. dari kejauhan melihat mereka berjalan ke arah saya seperti kedatangan bintang tamu Running Man (upss).

Saling bertukar sapa, bertanya kabar dan bertanya berat badan. hehe, kita bertiga ini alhamdulillah tambah makmur subur  khususnya saya. Kita menuju pintu masuk Monumen Nasional. Kedatangan saya yang orang Bogor ini ke monumen kebanggan orang jakarta masiih bisa dihitung dengan jari tangan -kanan-kiri-. tapi BARU KALI INI saya beneran masuk dan lihat isinya. Mau tau isinya?

nahh, sayang ga ada fotonya.

Ruangan monumen Nasional itu kaya aula bentuk segiempat yang luasssss banget. cukuplah buat nampung wisudaan orang IPB tiap periode. Di setiap sisinya ada etalase (?) yang isinya boneka-boneka orang yg lagi drama perjalanan Bangsa Indonesia dari mulai kerajaan Hindu-Budha sampai kedatangan Islam ke Indonesia (padahal Islam duluan yang datang) sampai jaman Kemerdekaan. Tiap etalase itu mewakili satu cuplikan sejarah gitu. Kalo pas jaman sekolah gw diajak kesitu, pasti seneng. sejarah gitu loh, SEJARAH !!

Nahh di tengah ruangan luas itu ada tangga menuju lift ke puncak. naek lift nya bayar ~_~ ohya masuk monas juga bayar Rp 1000 buat mahasiswa. setelah antri menunggu selama hampir satu jam, akhirnya kebagian jga jatahh naik lift menuju puncak DUNIAA (lebay). Lift naik-turun itu cuman 1 dengan kapasitas 11 orang. Yang kasian itu bapak2 yang jaga lift. Beliau ikutan naik turun lift sepanjang hari…….

Pak, segala jasamu membahagiakan orang yg pengen naek ke puncak monas seperti saya akan dibalas dengan keberhasilan anakmu. Amin

dari puncak monas bisa kelihatan seluruh penjuru kota Jakarta Pusat, Utara, Selatan, Barat, Timur. sayang kota Bogor ga keliatan 😀

jakarta from monas

Udah puas? yuk maree kita turun..

 

Comments

Visualisasi Data RSS

Kalau biasanya suatu rss feed menampilkan berita terbaru berupa menu drop down, rssvoyage.com menawarkan hal yang berbeda. Dengan teknologi yang ada entah itu berupa apa , rss ini disusun menggunakan time line mendatar yang bergerak mengikuti arah kursor kita.

home rssvoyage : simple and meaningful

Setelah login -atau menjadi guest-  akan ditampilkan rss berupa judul berita mengambang yang ditempatkan di sembarang tempat dengan tampilan terjelasnya adalah berita pada waktu yang ditujukan. Pemilihan waktu ini  yang dapat diatur menggunakan scroll mouse atau tombol kanan-kiri-atas-bawah. Setiap pergerakan scroll mouse akan mengubah waktu per 2 jam dan berita akan maju mundur mengikuti arah scroll.

Untuk melihat berita, klik saja pada judul berita dan akan muncul ringkasan berita dan link menuju laman berita tersebut. Ketika ringkasan berita ini sedang ditampilkan, layar menjadi ‘mati’ dan tidak bergerak mengikuti mouse kita. Tentu saja agar pembaca tidak terganggu dengan gerakan mouse tanpa sengaja yang mengubah posisi teks.

Untuk mengatur rss, arah mouse ke bawah browser dan seperti sulap muncullah daftar rss yang diikuti. Bisa menambah atau menghapus rss dengan mudah.

Jendela untuk menambahkan rss dengan daftar rss yang ada disusun bertumpuk dengan daftar rss itu sendiri, membuatnya agak sulit dibaca.

Rssvoyage ini sangat interaktif sehingga untuk melihat berita yang terletak di pinggir kita harus “bersusah payah” mengejarnya. Selain itu, disediakan pula fitur full screen di pojok kanan atas bagi mereka yang menyukai layar lebar (sebenarnya tanpa fitur itu, browser bisa fullscreeen dengan tombol F11 –sstt ini rahasia !).

Well, ternyata ada banyak cara menampilkan sesuatu.  Kalau orang lain bisa memikirkannya, mengapa kita tidak bisa? Ayo kembangkan imajinasi !!

Rssvoyage ini sangat interaktif sehingga untuk melihat berita yang terletak di pinggir kita harus “bersusah payah” mengejarnya.

Comments (11)

Sekilas Tentang Hemolysis

Kemarin saya baru dapat kabar, guru SMA saya masuk RSCM karena penyakit yang namanya Haemolysis atau hemolisis yang membuat pembuluh darah kaki dan tangannya pecah, bahkan air mata yang keluar pun berupa darah. Setelah sedikit dicari-cari di google ternyata saya pusing baca istilah kedokteran tidak banyak membantu dan hanya dapat segini. Besok rencananya saya mau jenguk beliau, kalau sudah dapat info tambahan saya update lagi deh 😉

Hemolisis berasal dari bahasa Yunani (aima, haema, Hemo-) yang berarti darah dan (lusis, lisis, -lisis) yang berarti melepaskan atau  kehilangan. Secara ilmiah hemolysis berarti pecahnya membran eritrosit atau sel darah merah, sehingga hemoglobin dan komponen dalam selnya terbebas kedalam medium sekelilingnya (plasma). Biasanya, satu sel darah merah akan bertahan selama 90 sampai 120 hari pada setiap siklus dan 1% persen sel darah manusia akan pecah setiap hari sesuai dengan laju produksinya. Sel-sel darah merah yang rusak ini kemudian akan dibersihkan oleh limpa.

Ketika laju kerusakan darah meningkat, tubuh mengimbanginya dengan memproduksi lebih banyak sel darah merah. Sebagai kompensasinya akan ada beberapa masalah klinis pada tubuh seperti anemia.

Comments

review website

Kali ini ada sebuah tugas untuk mengulas tampilan muka suatu halaman web. Saya mengawalinya dengan melakukan pencarian dengan keyword ‘selamat datang’. Hasil yang didapatkan ternyata tidak begitu menyenangkan. Menurut pengamatan saya, kebanyakan website dari hasil pencarian ini tampilannya udah termasuk kategori ‘enak dipandang’. Mungkin karena pengelolanya sudah profesional. Tapi ada sebuah web yang menarik untuk di review. Ini alamatnya http://www.dunia-ibu.org/artikel/ dan ini tampilan halaman utamanya

Pertama masuk ke website ini kita disuguhi iklan yang perlu di klik untuk menutupnya. Menurut saya ini agak menyebalkan.

Setelah iklan berhasil ditutup tampillah halaman home yang seluruhnya berwarna dasar putih sehingga membuat menu artikel dan iklan tidak bisa dibedakan. Halaman home ini dipenuhi dengan potongan artikel-artikel yang sebenarnya telah dikelompokkan, namun penempatan yang bertumpuk membuatnya terlihat berantakan. Daftar artikel terbaru yang terletak terpencil di antara menu lainnya menjadi tidak mencolok padahal semestinya artikel terbaru ditempatkan di posisi strategis yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung.

Kategori menu yang tersedia ada 3 macam, di baris paling atas menu yang tersedia adalah untuk home, about dan tanya jawab. Untuk kategori kedua dan ketiga berisi tema-tema artikel yang tersedia. Keduanya sama hanya saja dengan penempatan yang berbeda. Baiknya menu yang ketiga ini dihilangkan saja. Bahasa yang digunakan pada website ini tidak konsisten, pada menu awal berbahasa Indonesia namun untuk melihat artikel lengkapnya memakai “read full story”.

Comments (1)

Pertama

ini adalah langkah pertama saya untuk memulai kembali menulis blog.

Comments

Next entries »